Nota Usang

Seindah-indah cinta adalah cinta kepada penggenggam alam semesta...Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pencinta yang juga ingin dicintai..

Monday, October 19, 2009

Syukur Alhamdulillah




Syukur Alhamdulillah

selalu ku sakiti Engkau dengan dosaku
ku balas semua kebaikan-Mu dengan kekurangan
tiada pernah ku menyadari semuanya
bahwa nafas yang ku hirup adalah kuasa-Mu

Alhamdulillah ku syukuri semua
terimakasih ku Ya Allah
atas indahnya hidup

Alhamdulillah ku syukuri semua
terimakasih ku Ya Robbi
atas rahmat dalam hidupku

selalu ku tinggalkan Engkau dengan khilafku
kubalas semua kemurahan-Mu dengan keburukan
tiada pernah ku menyadari semuanya
bahwa nafas yang ku hirup adalah kuasa-Mu

Dengan Nafasmu


Dengan Nafasmu

Izinkan ku ucap kata taubat
Sebelum Kau memanggilku
kembali pada-Mu, menutup waktuku

Izinkan ku serukan nama-Mu
Sebelum nyawa dalam tubuhku
Kau ambil, kembali pada-MU

Karna ku tahu, hanyalah pada diri-Mu
Tempatku mengadu, tempatku mengeluh
Di dalam do’aku

Dan demi nafas yang telah kau hembuskan dalam kehidupanku
Ku berjanji, ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintah-Mu, menjauhi segala larangan-Mu
adalah sebaris do’a ku untuk-Mu

Wednesday, October 14, 2009

Menanti di Barzakh

Lagu yg menginsafkan setiap yg bergelar manusia.. Satu masa nanti, di situlah tempat kita. Tiada daya yg mampu mengelak dari sakaratul maut. Mampukah kita bayangkan betapa kuatnya suara malaikat Munkar dan Nakir? Mampukah kita menghadapinya?


كُلٌّ نَفسٍ ذَائِقَةُ الْمَوت..

Setiap yg bernafas pasti akan merasai mati..

اللَهُمَّ اخْتِمْ لنا بِحُسْنِ الْخَاتِمَة وَلاَ تَخْتِمْ عَلَيْنَا يَا الله بِسُوءِ الخَاتِمَة..

Ya Allah, matikanlah kami dengan husnul khotimah. Janganlah Engkau matikan kami dengan su-ul khotimah..

Ku merintih, aku menangis,
Ku meratap, aku mengharap,
Ku meminta dihidupkan semula,
Agar dapat kembali ke dunia nyata

Perjalanan rohku,
Melengkapi sebuah kembara,
Singgah di rahim bonda,
Sebelum menjejak ke dunia,
Menanti di barzakh,
Sebelum berangkat ke mahsyar,
Diperhitung amalan,
Penentu syurga atau sebaliknya

Tanah yang basah berwarna merah,
Semerah mawar dan juga rindu,
Tujuh langkah pun baru berlalu,
Seusai talkin bernada syahdu,
Tenang dan damai di pusaraku,
Nisan batu menjadi tugu,
Namun tak siapa pun tahu resah penantianku

Terbangkitnya aku dari sebuah kematian,
Seakan ku dengari,
Tangis mereka yang ku tinggalkan,
Kehidupan disini bukan suatu khayalan,
Tetapi ia sebenar kejadian

Kembali oh kembali,
Kembalilah kedalam diri,
Sendirian sendiri,
Sendiri bertemankan sepi,
Hanya kain putih yang membaluti tubuhku,
Terbujur dan kaku,
Jasad didalam keranda kayu,

Ajal yang datang dibuka pintu,
Tiada siapa yang memberi tahu,
Tiada siapa pun dapat hindari,
Tiada siapa yang terkecuali,
Lemah jemari nafas terhenti,
Tidak tergambar sakitnya mati,
Cukup sekali tak sanggup untuk ku mengulangi

Jantung berdegup kencang,
Menantikan malaikat datang,
Menggigil ketakutan gelap pekat dipandangan,
Selama ini diceritakan,
Kini aku merasakan,
Di alam barzakh jasad dikebumikan